Selasa, 17 Juli 2012

Kunci Keberhasilan Ada di Wanita. sumber :Wanita Usaha Femina


“Kalau kita tidak bergiat, kesempatan menjadi golden bridge akan berlalu begitu saja. Jangan lawan produk Cina dengan produk yang harganya lebih murah, kita akan kalah. Lawanlah dengan kreativitas!”

Pesan dari pakar bisnis dan marketing, pendiri MarkPlus (konsultan marketing), Hermawan Kartajaya, seperti membangunkan peserta Power Lunch yang mungkin terlena dengan bisnis yang dijalankannya.

Soal kreativitas, Hermawan percaya wanita lebih hebat dibanding pria, karena wanita memiliki naluri. Ia mencontohkan terobosan yang dilakukan Martha Tilaar ketika krisis ekonomi terjadi pada tahun 1998. “Sariayu mengeluarkan lipstik dua warna dengan harga terjangkau. Inilah yang diinginkan wanita yang ingin tetap cantik, tapi tetap hemat.
Makanya, di saat krisis tak ada satu pun pegawai yang di-PHK oleh Ibu Martha,” jelasnya.

Dari sisi konsumsi, wanita adalah subjek. Dari survei yang diadakan MarkPlus, terungkap bahwa 84% wanita memegang keuangan keluarga. Dengan kata lain, keputusan untuk membeli atau tidak membeli barang, ditentukan oleh wanita. Seperti yang dikatakan oleh MC Farhan, yang mengutip sebuah lagu, “Sentuhlah tepat di hatinya.” Hermawan setuju dengan pernyataan itu. “Kalau sebuah barang sudah mengena di hati wanita, harga menjadi nomor dua,” katanya, disambut anggukan kepala sebagian besar peserta.

Inilah yang dialami Anne Avantie dalam bisnisnya. Wanita yang kerap dipanggil Bunda ini tidak pernah mematok harga untuk sehelai kebaya buatannya. Tapi, semua orang percaya pada keahliannya sehingga tak sedikit kalangan yang rela membayar, berapa pun harganya.

Namun, keputusan membeli bukan semata didasarkan pada want and need (keinginan dan kebutuhan). Wanita juga memiliki anxiety and desire (perasaan khawatir dan ambisi). Anxiety di sini adalah perasaan takut: takut  sakit, takut keluarga sakit, takut tidak cantik lagi, takut tidak punya waktu untuk anak-anak dan keluarga.

Anxiety inilah yang perlu disasar wanita pebisnis, produk apa yang bisa mengatasi permasalahan tersebut.  Namun, tidak sedikit wanita yang kemudian membuat perusahaan sendiri. Langkah ini dipilih Santi. Semua perjuangan Santi membangun bisnis semata-mata ingin menyejahterakan keluarganya. Ia ingin dapat pergi menjelajahi dunia kapan pun ia mau, tanpa terikat oleh waktu, seperti yang dialami wanita bekerja.

Survei yang dilakukan MarkPlus di 22 kota di Indonesia juga menunjukkan, ada 3 hal yang dipikirkan wanita. Pertama, keluarga. Contoh kecil adalah oleh-oleh dari luar kota yang tak pernah lupa dibeli untuk suami dan anak. Kedua, teman. Wanita malu hati bila ketahuan temannya punya utang. Ketiga, lingkungan. Wanita peduli pada air bersih, polusi, dan lain-lain.

Hermawan mengatakan, tak heran jika bisnis yang menjual produk untuk anak begitu laris. Contohnya adalah Pemenang II Lomba Wanita Wirausaha BNI-femina, pemilik Simplyidea, yang menjual produk bedding dan aksesori untuk anak.  Juga Pemenang Penghargaan I, pemilik Dreamflavour, yang membuat konsep pesta ulang tahun anak. Wanita rela keluar uang banyak untuk anaknya.

Sementara, kepedulian wanita terhadap lingkungan dirasakan oleh Loemongga. “Keputusan membeli properti ternyata juga di tangan wanita, dan tidak sedikit dari mereka yang bertanya pada saya,  ”How green is your project?”

Kesimpulan dari seluruh paparan Hermawan, Martha Tilaar, dan ketiga wanita pebisnis ini adalah jangan takut gagal, jangan takut jatuh, karena sejak lahir wanita telah dianugerahi ‘perangkat lunak’ untuk sukses dalam berbisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar