Selasa, 17 Juli 2012

Tips Sukses untuk Pebisnis Perempuan by : LOVIRA

Jika ada anggapan bahwa perempuan Indonesia hanya bsa berkarya di dapur, anggapan ini boleh jadi salah sama sekali karena pada kenyataannya, pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM di Indonesia sebanyak 60% adalah perempuan. Perempuan mempunyai modal yang kuat dalam mengelola usaha karena perempuan memiliki skill dan bakat yang alami di bidang ini. Beberapa keunggulan lain yang menjadi modal penting untuk meraih sukses di bidang usaha karena perempuan dianugerahi mental, ketekunan, dan kesabaran yang tinggi dan modal ini sangat berguna untuk menghadapi berbagai permasalahan yang merupakan menu wajib di dunia bisnis.
Memang benar ada semakin banyak perempuan yang terjun di dunia usaha walaupun masih banyak juga yang tidak bisa mengembangkan bisnis ke lingkup yang lebih luas karena bisnis yang mereka jalankan mengalami stagnansi misalnya atau bahkan harus mengalami kegagalan. Tentu meraih sukses merupakan tujuan besar yang boleh saja diimpikan oleh setiap pelaku bisnis termasuk pelaku bisnis perempuan, tetapi sekali lagi banyak kendala yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat sehingga kendala tersebut hanya menjadi bumbu untuk jalannya bisnis tanpa menjadi masalah yang berarti. Oleh karena itu, ada tips perempuan pemilik bisnis yang bisa dijalankan oleh perempuan pelaku bisnis yang ingin meraih sukses di dunia bisnis. Tips-tips tersebut perlu dicermati untuk menjalankan bisnis dengan baik bahkan dari detail yang paling sepele sekali pun. Lima tips perempuan pemilik bisnis berikut merupakan kunci keberhasilan perempuan dalam menjalankan bisnis.
Tips yang pertama adalah mengenai pentingnya perhatian terhadap keuangan dan pembukuan karena arus uang dalam bisnis harus dipastikan kejelasannya untuk mengetahui keadaan keuangannya apakah benar-benar untung atau rugi. Setiap pos-pos pengeluaran seperti biaya produksi, omzet, dan biaya pegawai harus dipastikan dan dicek detailnya dengan benar agar tidak ada detail uang yang terlewat yang merugikan usaha. Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan oleh perempuan dalam menjalankan bisnis adalah ikut serta dalam komunitas bisnis yang bisa dijadikan bala bantuan dalam banyak hal dalam mengarungi derasnya arus di dunia bisnis yang sangat menantang. Sekarang ini ada berbagai macam komunitas bisnis yang bisa diikuti baik yang bersifat formal maupun yang bersifat non-formal. Sudah menjadi bawaan alami bagi perempuan untuk lembut dan melibatkan perasaan dalam hamper segala hal, tetapi perlu diingat bahwa dalam menjalankan bisnis, perempuan perlu bersikap tegas terutama terhadap pegawai. Sikap tidak tegaan yang identik dengan perempuan perlu dihilangkan ketika menjalankan bisnis karena segala tindakan karyawan yang bersifat tidak produktif misalnya harus ditindak dengan tegas karena hal ini akan berpengaruh besar terhadap produktivitas usaha. Sikap tegas juga harus diberlakukan bagi setiap pihak yang berhubungan dengan usaha agar kredibilitas perempuan pelaku usaha sekaligus usaha ini sendiri bisa terjaga dengan baik.
Demi meraih sukses di dunia bisnis, terkadang ada keinginan untuk mengembangkan usaha dengan menambah proyek dan target. Namun keinginan ini terhalang oleh keadaan keuangan yang tidak mencukupi apalagi untuk mempekerjakan pegawai tetap. Satu tips perempuan pemilik bisnis yang berguna adalah dengan mempekerjakan pekerja kontrak untuk setiap proyek tertentu yang dibayar sesuai dengan pekerjaan dalam proyek tersebut. Penggunaan teknologi terutama teknologi internet tidak bisa ditinggalkan karena internet memperluas pasar sekaligus membuat pelaku usaha lebih dekat dengan konsumen.

Minggu, 15 Juli 2012

Para Ibu Hebat yang Mengubah Dunia Penulis : Prita Daneswari

Para Ibu Hebat yang Mengubah Dunia REUTERS/Soe Zeya Tun
WALAUPUN telah menjadi seorang ibu, para perempuan ini masih mampu menunjukkan eksistensinya. Tak hanya di keluarga, para ibu 'luar biasa' ini juga mampu memberikan sebuah perubahan bagi dunia.

1. Hadizatou Mani
Ketika berusia 12 tahun, Hadizatou Mani dijual keluarganya seharga US$500 untuk dijadikan budak. Ia menghabiskan waktu 10 tahun yang menyakitkan dan baru mendapatkan kebebasannya di usia 22 tahun. Ia kini masih berjuang untuk para perempuan di tanah airnya, Nigeria, yang terancam perbudakan meski sudah dinyakan ilegal. Hadizatou Mani juga pernah memenangi gugatan terhadap negaranya pada 2008 yang menyatakan bahwa Nigeria tidak menegakkan hukum-hukum kebebasan. "Saya tahu ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi anak saya dari penderitaan yang pernah saya alami. Tidak ada orang yang pantas untuk diperbudak," ucapnya.

2. Martha Stewart
Entah apakah kita mencintai atau membencinya, sulit untuk menyangkal bahwa Stewart adalah merupakan sosok pembangkit para pengusaha. Ia mengasah keterampilan rumah tangga di awal usia 20 tahun sambil menjaga empat anak dari Mickey Mantle. Stewart memulai kariernya sebagai pialang saham kemudian meluncurkan sebuah perusahaan katering di ruang bawah tanah rumahnya pada 1976. Dalam 10 tahun, bisnis katering Stewart telah mencapai angka US$1juta dan telah menulis buku pertamanya, Entertaining. Dari situ, karier Stewart pun melejit. Pada 1990, Stewart meluncurkan majalah pertamanya, Martha Stewart Living, kemudian diikuti dengan acara TV yang didasarkan pada isi publikasi, puluhan buku, dan peluncuran majalah keduabta, Martha Stewart Weddings, acara radio, dan tentu saja website. Bahkan setelah Stewart digiring ke penjara karena insider trading pada 2004, ibu 70 ini masih memiliki kekayaan bernilai lebih dari US$240 juta.

3. Susan Hockfield
Sebagai presiden perempuan pertama dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Susan Hockfield menunjukkan kepada putrinya bahwa tidak ada batasan untuk dedikasi, kecerdasan, dan kerja keras bagi seorang permpuan. Seiring dengan posisi bergengsinya di Yale sebagai profesor neurobiologi dan Dekan Sekolah Pascasarjana sekaligus presiden dari MIT, penelitian ilmiah Susan berfokus pada kanker otak. Hal itu pun membuatnya menerima berbagai penghargaan atas kontribusi ilmiah dan prestasi profesional. Di bawah kepemimpinannya di MIT, Susan telah menjadi pendukung besar bagi penelitian kolaboratif, terutama di bidang energi, pendidikan, dan kanker.

4. Kate Winslet
Aktris asal Inggris dan ibu dari dua anak ini berhasil mendapatkan enam nominasi Academy Award sebelum akhirnya dinobatkan menjadi aktris terbaik dalam film Reader. Winslet sebelumnya juga terbilang sukses membintangi banyak film hit di Hollywood. Sebut saja Titanic, Eternal Sunshine dari Spotless Mind, Revolutionary Road, dan Sense and Sensibility. Namun, ia mendapatkan seseuatu yang special dari film Babble karena perjuangan melawan masalah citra tubuh. Kala mempertontonkan tubuhnya di The Reader, Winslet mengatakan kepada pers, "Saya hanya tidak percaya pada kesempurnaan. Tapi aku percaya ini adalah saya dan saya tidak sempurna! Saya bangga dengan itu." Pada 2012, Winslet akan diberikan kehormatan di Walk of Fame Holllywood.

5. Aung San Suu Kyi
Hanya sedikit orang yang rela berkorban begitu besar untuk berjuang, salah satunya adalah Aung San Suu Kyi. Dia adalah simbol demokrasi Myanmar. Usahanya pun membuatnya memenangi Nobel Perdamaian pada 1991 atas perjuangan tanpa kekerasan bagi hak asasi manusia. Demi kebebasan rakyat Myanmar, Suu Kyi menghabiskan 15 tahun dalam tahanan dan kehilangan waktu berharganya dengan dua anak dan suaminya, Michael Aris, yang meninggal pada 1999. Penahanannya berakhir pada November 2010. Meskipun dia tidak bisa menerima Nobel karena tengah dipenjara, putranya menggambarkan dedikasi sang ibu bagi Myanmar. "Saya tahu bahwa dia akan mulai dengan mengatakan bahwa ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian bukan atas namanya sendiri, melainkan atas nama rakyat Burma. Berbicara sebagai anak, saya pribadi percaya bahwa dengan dedikasi dan pengorbanan pribadi, beliau telah menjadi simbol yang layak bagi semua rakyat Myanmar." (Pri/OL-06)

Ibu Hebat di Balik Tokoh Hebat Oleh Fakhruddin Aziz

SERING kita dibuat terkagum-kagum dengan tokoh-tokoh hebat yang mewarnai kehidupan. Tokoh hebat karena penguasan ilmu pengetahuan dan keagamaannya, tokoh hebat karena hasil temuannya, tokoh hebat karena pengaruh sosial politik yang amat kuat di masyarakat, tokoh hebat dalam bidang olahraga, seni, dan lain sebagainya.

Tokoh-tokoh hebat itu melegenda serta mempunyai pengaruh dan kontribusi besar bagi kehidupan. Bagi pemeluk Islam, Nabi Muhammad merupakan sosok terdepan yang paling dianut dan dikagumi. Beliau sosok revolusioner yang menjadi pemimpin dan panutan umat Islam di seantero jagat ini. Beliau lahir dari rahim seorang perempuan hebat bernama Siti Aminah yang penuh perjuangan dan pengorbanan saat mengandung, melahirkan, dan masa awal pengasuhannya.

Lantas siapa yang meragukan keilmuan dan ketokohan Imam Syafi’i. Beliau adalah salah satu mujtahid besar dan merupakan salah satu imam mazhab yang populer di kalangan umat Islam. Beliau terlahir dalam keadaan yatim dan miskin. Lantas siapakah yang mendidik dan mengarahkan Syafi’i kecil sehingga berhasil menjadi ulama besar jika bukan ibunya?

Catatan fantastis ditorehkan Imam Syafi’i yang telah hafal Alquran pada usia yang masih belia, yaitu 9 tahun. Prestasi spektakuler tersebut juga tidak terlepas dari kontribusi ibunya yang sering mengurung Imam Syafi’i di suatu kamar hingga Imam Syafi’i bisa bertambah hafalannya meski hanya satu ayat. Imam Syafi’i telah hafal Alquran pada usia 9 tahun, suatu kemampuan yang luar biasa dan di atas rata-rata bagi kebanyakan orang.

Kisah mengharukan antara Imam Syafi’i dengan ibunya terjadi ketika dirinya ingin merantau demi menuntut ilmu. Ketika usia Imam Syafi’i masih di angka 14 tahun, beliau menyampaikan hasratnya kepada ibunya yang sangat disayangi tentang niatnya untuk menambah ilmu pengetahuan dengan cara merantau. Akhirnya, meski dengan berat hati, ibunya mengizinkannya disertai dengan linangan air mata dan doa restu saat melepas kepergiannya, dengan harapan Syafi’i kecil kelak menjadi sosok yang kaya akan ilmu pengetahuan.

Sang Genius

Beralih ke Thomas Alva Edison, sang penemu jenius. Di masa belia, secara fisik Edison kecil agak tuli dan dicap bodoh di sekolah, bahkan gurunya pernah meminta ibunya untuk mengeluarkannya dari bangku sekolah. Namun meski demikian, ibunya tak patah arang dan membulatkan tekad bahwa anaknya bukan anak bodoh dan ia sendiri yang akan mendidik dan mengajarnya.
Alhasil, Edison hanya mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah selama tiga bulan, setelah itu pendidikannya diperoleh dari sang ibu yang mengajar Edison di rumah. Ibu Edison mengajarkannya cara membaca, menulis, dan matematika. Dia juga sering memberi dan membacakan buku-buku bagi Edison, seperti buku-buku karya penulis Edward Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens.

Ia adalah Nancy Mattews. Sosok ibu hebat yang berhasil membangkitkan rasa percaya diri anaknya hingga akhirnya Edison kecil tumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia yang genius. Meskipun secara fisik anaknya agak tuli, namun itu semua bukan menjadi tembok penghalang yang berarti bagi Nancy untuk terus berjuang mengantarkannya ke tangga kesuksesan. Selama kariernya, Thomas Alva Edison telah mempatenkan sekitar dari 1.093 hasil temuannya, termasuk bola lampu listrik, gramofon, juga kamera film.

Motivator

Sekelumit cerita di atas adalah kisah heroik dan inspiratif dari seorang ibu kepada anaknya. Hal itu semakin menegaskan bahwa di balik kehebatan seseorang, peran seorang ibu teramat besar. Ibu telah menunjukkan peran hebatnya saat mulai mengandung janin selama berbulan-bulan. Sebuah pengorbanan dan perjuangan berat harus dilakoninya demi anak yang dikandungnya sampai kemudian mempertaruhkan nyawa saat melahirkan. Kemudian menyusui dan memeliharanya hingga anak tumbuh berkembang hingga besar.

Setelah anak itu lahir, ibulah yang menjadi pendidik pertama di lingkungan keluarga. Didikan dan arahan ibu akan mempengaruhi kecerdasan, karakter dan kepribadian sang bocah yang akan terbawa hingga dewasa. Hitam putih anak sangat bergantung pada orang tua, terutama ibu yang mengandung dan melahirkannya. Dari sentuhan kasih sayang dan didikan seorang ibu yang hebat, ternyata anak bisa menjadi tokoh hebat yang kelak berguna bagi masyarakat.

Ibu mampu memotivasi dan menyuntikkan semangat ketika anak sedang dalam kondisi lemah.  Ketika kondisi malas, dorongan dan stimulus ibu akan sangat membantu membangkitkannya. Ibu juga mampu memainkan perannya sebagai motivator dan konsultan ulung ketika sang anak sedang terjerat masalah dan kesulitan.
Tak  dapat dimungkiri lagi bahwa keberadaan sosok perempuan, terutama ibu, sangat menentukan. Selain pendidikan, motivasi dan doa seorang ibu yang dengan tulus selalu dipanjatkan kepada Tuhan juga akan memuluskan langkah anaknya dalam menapaki tangga keberhasilan.

Doa dan restu sang ibu menjelma menjadi kekuatan dahsyat yang siap meruntuhkan tembok penghalang dan rintangan dalam menggapai keberhasilan. Sering sebuah tantangan terlihat begitu berat dan sulit, namun bisa terasa mudah dan ringan berkat kontribusi doa ibu, terlepas dari ikhtiar yang telah dilakukan.
Dalam Islam, ibu mendapatkan tempat yang utama ketimbang bapak. Mengenai hal ini, Rasulullah menyebut ibu sebanyak tiga kali, kemudian baru bapak, sebagaimana dalam hadis beliau.

 Diriwiyatkan oleh Abu Hurairah, seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ”Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?” Nabi menjawab, ”Ibumu!” Dan orang tersebut kembali bertanya, ”Kemudian siapa lagi?” Nabi menjawab, ”Ibumu!” Orang tersebut bertanya kembali, ”Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, ”Ibumu”. Orang tersebut bertanya kembali, ”Kemudian siapa lagi,” Nabi menjawab, ”Kemudian bapakmu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
Di balik tokoh hebat ada sosok-sosok hebat pula, dan ibu menjadi yang utama. Maka dalam hal ini tidak ada alasan lagi untuk tidak menghormati, menyanyangi dan berbakti  kepada ibu.  (24)

Wanita Hebat dan Surga

 


Sesungguhnya Allah memuliakan kaum wanita, bahkan Allah menurunkan satu surat dengan nama An-Nisa yang artinya wanita, dan lagi ada sebuah hadist nabi yang mengatakan surga ada ditelapak kaki Ibu, ini berarti surga ada di telapak kaki seorang wanita. Sungguh istimewa bukan seorang Wanita?
Di dalam sejarah Islam ada wanita-wanita hebat yang menjadi panutan untuk kaum muslimah. Rasulullah SAW bersabda : “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiah binti Muza him isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, isteri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad, puteri kesayangan Baginda.”
(Riwayat Bukhari).
1. Maryam Binti Imran (Ibunda Nabi Isa As)
Maryam adalah simbol wanita dalam ibadah dan ketinggian darajat ketakwaannya kepada Allah serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah.
2. Asiyah Binti Muza (Istri Firaun)
Asyiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah, meskipun suaminya menyiksanya dengan siksaan yang amat berat, Asiyah tetap memegang teguh keimanannya pada Allah SWT.
3. Khadijah binti Khuwailid (Istri Nabi Muhammad Saw)
Khadijah adalah simbol kepada isteri yang setia tanpa mengenal lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa raga dan segala harta bendanya serta rela menanggung berbagai risiko dan cobaan dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada bahu Rasulullah. Subhanallah, bahkan wanita ini merelakan seluruh hartanya untuk kepentingan dakwah, kepentingan seluruh umat.

4. Fatimah binti Muhammad (puteri kesayangan Rasulullah)
Fatimah adalah simbol wanita yang solehah; anak yang soleh dan taat dihadapan ayahnya; isteri yang setia dan taat di hadapan suaminya serta ibu yang bijaksana di hadapan putera puterinya. Dialah pemuka segala wanita dan juga seorang wanita mithali yang setiap detik kehidupan yang dilaluinya, sewajarnya dijadikan panutan Muslimah.
Di dalam sejarah Bangsa Indonesia pun ada wanita hebat, salah satunya RA Kartini. RA Kartini adalah pejuang yang merubah mind set dari sistem kehidupan, pola pikir, tradisi, budaya, dan lingkungan yang membatasi peran wanita dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Dan tahukah, RA Kartini meninggal dunia setelah ia melahirkan putra pertamanya, dalam usianya yang ke-25. Itu artinya RA Kartini adalah wanita yang dijanjikan Allah masuk surga. Rasulullah SAW bersabda :

“Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh” beliau bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)” (HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi)

Betapa istimewanya seorang wanita. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan tiga syarat saja, yaitu : sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, dan taat kepada suaminya.
Di kirim khusus untuk wanita cantik ...
-Bersabar saat tertekan
-Tersenyum di saat hati menangis
-Diam saat terhina
-Mempesona karena memaafkan
-Mengasihi tanpa pamrih
-Bertambah kuat di dalam doa & pengharapan.

8 Wanita Hebat Yang Berjasa Membuat Apple Berjaya Read more: http://adajendeladunia.blogspot.com/2012/06/8-wanita-hebat-yang-berjasa-membuat.html#ixzz20kVbmRJ8

Kejayaan yang diraih Apple saat ini bukanlah hasil prestasi almarhum Steve Jobs seorang. Bukan pula dianggap sebagai prestasi pribadi CEO Apple saat ini, Tim Cook, ataupun sang master desain Jonathan Ive.
Namun ini karena saling bahu membahunya setiap karyawan Apple dalam berkreasi. Tentu saja, deretan eksekutif tak bisa disangksikan kemampuannya. Dimana beberapa di antaranya merupakan seorang wanita.
Para wanita hebat ini sukses menerobos dominasi kaum Adam di perusahaan pembuat iPhone dan iPad itu. Beberapa dari mereka bahkan menempati posisi penting.
Siapa saja para wanita hebat ini
1.Katie Cotton, VP of Communications
Tim Cook boleh saja memegang posisi sentral sebagai nakhoda Apple saat ini. Namun jika berbicara soal bagaimana image Apple di mata publik, Katie Cotton adalah yang memegang peran kunci.
Jabatan wanita ini adalah Vice President of Communication Apple. Alhasil, ia yang memiliki kuasa atas lalu lintas informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan peninggalan Steve Jobs itu.
Cotton merupakan sosok yang bertanggung jawab kala berhadapan dengan media. Ia pula yang harus memikirkan pesan apa yang akan disampaikan Apple ketika mengeluarkan suatu brand dan membangun buzz untuk produk tersebut.
2.Rita Lane, VP of Operations
Rita Lane direkrut Tim Cook pada tahun 2008. Wanita yang menjabat sebagai Vice President of Operations ini sangat diandalkan Apple untuk mengatur pasokan rantai operasional untuk iPad dan Mac.
Perusahaan berlogo Apple groak itu pun percaya jika pasokan rantai dapat diefisiensikan maka bakal menjadi keuntungan sendiri bagi Apple.
Sebelum bergabung di Apple, Lane sempat memperkuat raksasa IT lainnya, Motorola dan IBM.

3.Jennifer Bailey, VP of Worldwide Online Stores
Inilah sosok di balik kesuksesan toko online Apple. Jennifer Bailey -- demikian nama wanita tersebut -- menjabat sebagai Vice President of Worldwide Online Stores.
Bailey menduduki peran penting dalam perjalanan toko online Apple sejak tahun 2003. Masa-masa inilah dimana Apple tengah berupaya melebarkan ekspansi toko onlinenya di berbagai negara di belahan dunia. Banyak pihak pun menyanjung kemampuan wanita ini.
4.Isabel Ge Mahe, VP of iOS Wireless Software
Isabel Ge Mahe merupakan andalan Apple untuk mengurusi unit bisnis software wireless mereka.
Untuk posisi strategisnya tersebut, ia pun dituntut menguasai perkembangan teknologi bluetooth hingga GPS.
Mahe memiliki karir panjang sebagai software engineer. Ia sempat merapat ke Palm, Phillips Semiconductors, dan perusahaan teknologi lainnya dalam dua dekade terakhir.
5.Betsy Rafael, Chief Accoounting Officer & Controller
Betsy Rafael menjabat sebagai Chief Accounting Officer. Ia bertanggung jawab terhadap laporan finansial perusahaan dan memastikan bahwa Apple tak melanggar aturan Securities and Exchange Commission (SEC).
Sebelum bekerja di Apple, Rafael juga menduduki posisi penting di Cisco Systems. Yakni menjabat sebagai Vice President of Finance.
6.Kim Vorrath, VP of Program Management
Satu lagi wanita yang menduduki posisi sebagai Vice President di Apple. Ia adalah Kim Vorrath yang bertanggung jawab terkait aplikasi iOS beserta updatenya.
Vorrath merupakan orang lama di Apple. Ia dilaporkan telah menghabiskan lebih dari dua dekade di perusahaan teknologi populer ini.
Bidangnya merupakan urusan software. Wanita ini juga sempat menjadi project manager untuk divisi Mac OS X.
7.Andrea Jung, Apple's Board of Directors
Andrea Jung merupakan mantan CEO Avon. Kemampuannya tak perlu disangsikan lagi. Terlebih, ia ditunjuk langsung oleh almarhum Steve Jobs untuk menjadi anggota dewan direksi Apple pada tahun 2008 lalu.

8.Deborah Coleman & Sarah Brody
Dua wanita hebat yang berada di balik kemegahan gedung Apple ini sayangnya telah resign. Pertama adalah Deborah Coleman yang sempat menjabat Chief Financial Officer dan Vice President of Operations.
Kemudian ada pula Sarah Brody, mantan Director of Design Apple. Ia meninggalkan kenyamanan di Apple pada awal tahun 2011 untuk kemudian bergabung dengan PayPa

Read more: http://adajendeladunia.blogspot.com/2012/06/8-wanita-hebat-yang-berjasa-membuat.html#ixzz20kViIUsZ

4 Wanita Indonesia yang Paling Berpengaruh di Asia

Majalah Forbes Asia baru saja merilis daftar 50 pebisnis wanita yang paling berpengaruh di Asia. Yang cukup menarik, dari 50 daftar wanita hebat itu ada 12 pebisnis wanita dari Cina yang cukup untuk menunjukkan kedigdayaan Cina di Asia. Ada juga Ekta Kapoor dari India yang menjadi wanita termuda dalam daftar itu. Ekta Kapoor yang saat ini berumur 36 tahun bekerja sebagai produser acara televisi dan film Bollwood di Balaji Telefilms. Yang tak kalah menarik, ada 4 wanita Indonesia yang masuk dalam daftar itu, yaitu Karen Agustiawan, Siti Hartati Murdaya, Wendy Yap, dan Shinta Widjaja Kamdani. Siapakah mereka? Mari kita kenal satu per satu.
1. Karen Agustiawan
Karen Agustiawan Pertamina
Namanya mulai dikenal awal tahun 2009 ketika wanita bernama lengkap Galaila Karen Agustiawan ini ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT. Pertamina Persero. Jauh sebelum memimpin Pertamina, Karen Agustiawan sudah bekerja di sektor minyak dan gas sejak tahun 1984. Sarjana Teknik lulusan ITB Bandung ini bekerja di perusahaan Mobil Oil sejak tahun 1984 sampai tahun 1996. Karir Karen Agustiawan di Pertamina dimulai pada tahun 2006 dengan menjadi staf ahli presdir dan kini wanita kelahiran 19 Oktober 1958 itu menjadi presiden direktur wanita pertama di Pertamina.
2. Siti Hartati Murdaya
Siti Hartati Murdaya
Siti Murdaya muda yang bernama lain Chow Li Ing awalnya ingin menjadi seorang biarawati, bahkan sempat menimba ilmu di wihara-wihara di Sri Langka. Namun bapaknya yang seorang pengusaha kayu menginginkan anak sulungnya itu turun ke dunia bisnis. Setelah menikah dengan seorang pengusaha bernama Murdaya Widyawimarta (Poo Tjie Guan), namanya lebih dikenal sebagai Siti Hartati Murdaya. Kerajaan bisnisnya mencakup properti, pembangkit listrik, perkebunan kelapa sawit, kawasan industri Balaraja Tangerang, dan PT. Jakarta International Expo Kemayoran. Group Central Cakra Murdaya saat ini memiliki 36 perusahaan yang memperkerjakan sekitar 40.000 karyawan.
3. Wendy Yap
Wendy Yap
Wendy Yap adalah putri Piet Yap, salah satu eksekutif di Group Salim yang mendirikan Bogasari Flour Mills. Setelah kuliah di University of Melbourne dan berkarir di Amerika Serikat, Wendy Yap kembali ke Indonesia dan mendirikan PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk pada tahun 1995. Dengan lima pabrik roti yang menyebar di Pulau Jawa dan Sumatera, perusahaannya bisa memproduksi 1,5 juta roti per hari. Dengan jumlah produksi sebanyak itu, perusahaan roti yang menggunakan merek Sari Roti itu menguasai 90 persen pasar roti di Indonesia. Tahun lalu, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk berhasil masuk daftar perusahaan dengan perkembangan penghasilan tercepat di Asia.
4. Shinta Widjaja Kamdani
Shinta Sidjaja Kamdani
Sejak dari kecil, Shinta Widjaja Kamdani sudah akrab dengan dunia bisnis ayahnya, Johnny Widjaja. Wanita kelahiran 9 Februari 1967 ini pernah mengenyam pendidikan di Barnard College of Columbia University, New York, dan Harvard Business School Executive Education, Boston. Pada usia 20 tahun, Shinta Widjaja Kamdani sudah menjadi direktur PT. Tigaraksa Satria Tbk. Sejak saat itu, Shinta Widjaja Kamdani mendirikan satu per satu perusahaannya yang berada di bawah bendera Sintesa Group. Sintesa Group memiliki 17 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti sampai produk konsumsi.
Melihat jejak keempat wanita paling berpengaruh di atas, saya jadi ingat ungkapan “Di belakang pria yang kuat, selalu ada wanita hebat”. Nah, untuk keempat wanita paling berpengaruh di atas mungkin ungkapannya akan disesuaikan menjadi “Di belakang wanita yang hebat, selalu ada pria kuat”. :)

Selasa, 22 Maret 2011

Ulama Perempuan, Mengapa Tidak ? oleh Yulianti Muthmainnah

“….Kalau perempuan jadi presiden itu boleh, tapi kalau jadi keuchik ya.. gak boleh. Karena itu hanya untuk laki-laki. Laki-laki itu pemimpin, akalnya banyak,
gak gampang marah, beda dengan perempuan...”.

Itulah jawaban dari seorang penghuni salah satu barak di Banda Aceh pada bulan Agustus 2007 lalu. Pendapat Kak Cut muncul saat saya bertanya tentang pendapatnya mengenai mungkinkah perempuan menjadi keuchik [1]. Ia sangat disegani dan memiliki pengaruh dalam komunitasnya atau presiden?
Kepemimpinan Ulama Perempuan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pemimpin berarti orang yang memimpin. Sedangkan dalam Bahasa Arab, pemimpin disebut qowamun yang selain bermakna pemimpin, kata ini juga berarti pelindung atau pendidik. Menjadi pemimpin berarti seseorang ditunjuk, dipercaya oleh organisasi atau komunitasnya untuk menjadi pelindung, pendidik, dan sekaligus menjadi contoh yang baik bagi orang lain yang dipimpinnya.

Dalam kehidupan sosial masyarakat kita dewasa ini, wacana tentang kepemimpinan perempuan selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Dalam dunia politik praktis, masuknya perempuan dalam kancah perpolitikan masih dianggap sebagai hal yang tabu. Padahal masuknya perempuan dalam perpolitikan di Indonesia, sesungguhnya sudah dimulai sejak masa kesultanan atau kerajaan. Baik kerajaan yang bercorak Islam, Hindu, atau Budha. Sebut saja Ratu Kalinyamat di Jawa, atau Sultanah Sri Alam Permaisuri atau yang dikenal Sri Ratu Taj al-Alam Safiat Addin di Aceh. Ironisnya kepemimpinan perempuan hampir selalu digagalkan oleh para ulama laki-laki dengan mengusung dalil pamungkas. Lan yufliha qaum wallauw amrahum imra’ah (tidak akan berbahagia satu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan). Digunakannya dalil-dalil semacam ini karena tradisi keulamaan banyak didominasi oleh kaum laki-laki.
Mengapa harus laki-laki?
Dalam suatu pertemuan yang membahas tentang kepemimpinan perempuan, dengan ibu-ibu komunitas di Jakarta tahun 2006, saya bertanya “Bagaimana dengan Jang Geum ? [2]. Spontan dan saling bersahutan, ibu-ibu menjawab. “Saya suka dengan Jang Geum, dia itu cerdas banget, lincah, berani, lemah lembut tapi juga tegas pada bawahannya. Makanya, ia jadi perempuan pertama yang dapet jabatan tabib agung di Istana Korea....” seorang ibu menambahkan, “......dia juga jadi perempuan karier pertama lho...”. Namun, jawaban ini akan berbeda jika pertanyaan yang saya ajukan terkait dengan kemungkinan perempuan menjadi ulama, imam shalat, atau berkhutbah di mimbar.

Kedua ilustrasi di atas menunjukkan bahwa ambiguitas akan muncul bila pertanyaan itu menyangkut pemimpin perempuan di ranah agama, seperti ulama atau keuchik. Ada inkonsistensi dalam pendapat mereka soal kepemimpinan. Menjadi pemimpin negara atau suatu instansi untuk perempuan bukanlah suatu halangan, tapi menjadi pemimpin agama menjadi larangan. Hal ini karena anggapan bahwa agama adalah wilayah sakral. Selain itu agama dipandang sebagai otoritas kaum lelaki.

Hal ini muncul karena dua faktor. Pertama, faktor budaya dimana masyarakat banyak menganggap perempuan tidak layak menjadi pemimpin agama, apalagi menjadi pembaharu dalam implementasi fiqh. Kedua, stereotip akal yang kurang. Hal ini telah terinternalisasi dalam jiwa perempuan, sehingga untuk memangku jabatan sebagai keuchik yang di kalangan masyarakat Aceh adalah hal yang hampir mustahil. Kalaupun ia mampu, ia cenderung berkata tidak. Keputusannya sangat dipengaruhi oleh faktor di luar dirinya. Bila tidak mendapat dukungan dari suami, keluarga, atau lingkungan tak jarang juga perempuan akan berkorban demi keutuhan keluarga.
Ulama Perempuan? Mengapa Tidak!
Bagaimana Syari’at Islam memposisikan perempuan dalam wilayah kepemimpinan?. Dalam Alquran tidak ada pembedaan antara perempuan dan laki-laki. Mereka memiliki persamaan sebagai makhluk ciptaan Allah, kecuali dibedakan dari takwanya (QS. al-Hujurat [49]: 13); dan persamaan beban dan tanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan yang baik dengan melakukan kerja-kerja positif (QS. an-Nahl [16]: 97).

Implementasi dari ayat diatas telah dicontohkan Rasulullah dalam menggambarkan perempuan sebagai sosok yang aktif, sopan, dan terpelihara ahlaknya. Dimasa Rasulullah hidup, banyak perempuan yang aktif berdiskusi di masjid, dan meriwayatkan ribuan hadis. Bahkan, dalam Alquran, figur ideal seorang muslimah disimbolkan sebagai pribadi yang memiliki kemandirian politik, al-istiqlal al-siyasah (QS al-Mumtahanah [60]:12), seperti figur Ratu Balqis yang memimpin kerajaan superpower (’arsyun ’azhim) (QS. Al-Naml [27]:23); memiliki kemandirian ekonomi, al-istiqlal al-iqtishadi (QS. Al-Nahl [16]: 97), seperti figur perempuan pengelola peternakan dalam kisah Nabi Musa di Madyan (QS. Al-Qashash, [28]:23); bagi perempuan yang sudah menikah, memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan pribadi, al-istiqlal al-syakhshi yang diyakini kebenarannya, sekalipun berhadapan dengan suami (QS. Al-Tahrim [66]:11) atau menentang pendapat orang banyak (public opinion) bagi perempuan yang belum menikah (QS. Al-Tahrim, [66]:12).

Sayangnya, hal diatas tidak bertahan lama, sejak kepergian Rasulullah dan sejalan dengan perpolitikan dimasa itu kehadiran ulama perempuan mulai berkurang. Adalah Umar bin Khatab yang mula-mula melarang perempuan untuk shalat di masjid. Lalu, pada masa selanjutnya perempuan makin tersingkir dari wilayah politik dan terhalang menjadi pemimpin. Kepemimpinan perempuan benar-benar dihapus dalam kesejarahan Islam. Dan, parahnya lagi seolah kita melupakan hadirnya para pemikir perempuan yang pantas disebut sebagai ulama semisal Sayyidah Nafisah yang menjadi guru bagi ulama terkenal al-Shafi’i ketika mengikuti halaqoh di kota Fustat, Shaykhah Shuhda yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu (sastra, stilistika sampai puisi), Rabi’ah al-Adawiyah dalam kajian sufi, dan berbagai nama lainnya.

Ketika Perempuan Berkesempatan jadi Ulama Adalah Rahima yang menggelar kegiatan Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP) selama 2005-2006. Para peserta yang terpilih, adalah para perempuan yang mewakili daerahnya masing-masing. Peserta yang terpilih telah mengikuti seleksi yang cukup ketat dari tim Rahima. Hanya satu tujuannya yaitu, memunculkan potensi ulama perempuan dalam kancah kepemimpinan agama di Indonesia.

Saya, adalah satu dari peserta yang terpilih. Sama-sama merasakan betapa kehadiran kami dianggap kecil dan sederhana, terutama jika bicara tentang agama. Tak jarang pula orang akan bertanya berapa usia kami, belajar dimana, berguru pada siapa, dan pertanyaan lainnya yang mengecilkan. Apalagi jika berhadapan dengan para tokoh agama yang telah memiliki pengaruh yang cukup kuat. Agaknya, masyarakat kita lupa akan nasebat nabi unzur ma qola wala tanzur man qola (lihat apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yang mengatakannya).

Selain itu, bicara tentang ketidakadilan bagi perempuan dalam literatur fiqh bukan perkara mudah. Ungkapan sebagai antek antek asing sering kami jumpai. Tapi, kami tak pernah menyerah, karena rata-rata telah memiliki majelis taklim dan ruang-ruang diskusi untuk terus mengirimkan kabar baik yang bernama ’keadilan dan kesetaraan dalam Islam’.

Bagi kami, PUP merupakan wadah menuangkan gagasan dan berbagi pengalaman. Kami meyakini benar, bahwa hambatan masih akan kami jumpai. Untuk itulah, saatnya ulama perempuan saling bahu membahu dan terus berjaringan. Gerakan perempuan insyaallah akan semakin mantap dengan hadirnya para ulama yang turut menyuarakan keadilan relasi lelaki- perempuan. ]
(Diolah dari berbagai sumber.)